Kamis, 24 November 2011

Ekstrim, Pria ini Menyantap Hewan Mati Apapun "Roadkill Diet"

Sudah 30 tahun Jonathan McGowan menjalani diet ketat. Pria 44 tahun ini tidak mengatur porsi makanannya, tapi menghindari santapan daging yang berasal dari supermarket. Asupan hewaninya berasal dari binatang-binatang yang ia temui di jalan atau hutan, seperti tikus, burung, dan landak.

McGowan mulai menikmati diet 'roadkill' atau hewan-hewan yang terbunuh di jalan sejak usia 14 tahun. Bermula dari ketertarikannya tentang sejarah alam yang kemudian mengantarnya dekat dengan peternakan, dan aktivitas berburu.

Ia terbiasa memotong hewan mati untuk melihat bagian dalamnya. "Dan, ketika aku melakukannya, aku bisa melihat semuanya tampak segar, daging organik, yang semuanya lebih baik dari apa yang biasa saya lihat di supermarket," ujarnya.

Pengalaman itu membuat McGowan tak lagi mau menyantap produk hewani dari supermarket. "Di supermarket kita hanya akan dipertemukan dengan pengolahan daging yang tak sehat dan penuh rekayasa," ujarnya, seperti dikutip dari Daily Mail.

Selain tikus, beberapa hewan liar yang kerap ia olah antara lain merpati, musang, gagak, burung hantu, kelinci, tupai, rubah, rusa, kucing, kutilang, dan burung camar. Ia biasa memungut hewan yang sudah mati di jalan tanpa harus membunuhnya.

"Karena saya tak tahu penyebab matinya hewan-hewan yang saya temukan, saya biasanya melakukan otopsi dulu sebelum mengolahnya," ujarnya. "Saya harus hati-hati agar semua makanan yang saya santap segar, saya tak akan memakan daging gagak yang mati karena diracun."

Pria asal Bournemouth, Dorset, Inggris, ini membagi pengalamannya selama 30 tahun menyantap daging-daging yang terdengar ekstrim itu.
Rubah: "Rasanya paling lezat. Ini adalah daging yang tak memiliki kandungan lemak jahat. Daging rubah muda yang paling bagus, rasanya mirip daging ayam."

Tikus putih: "Rasanya aneh. Sulit mencari kemiripan rasa dengan daging lain yang biasa Anda santap. Rasanya sangat pahit."

Tikus got: "Dagingnya menurut saya lezat. Saya rasa ada kesalahpahaman jika dikata makanan kotor. Rasanya mirip daging babi, tapi lebih gurih."

Merpati: "Saya paling suka jika dimasak dengan cara diasinkan dengan aroma anggur merah."

Landak: "Dagingnya berlemak. Ini tidak bagus, tapi bisa jadi alternatif terbaik jika menginginkan santapan berlemak."

Tupai: "Menurut saya jenis daging yang paling lezat. Jenisnya daging putih seperti kelinci. Saat dimakan menghadirkan cita rasa kacang. Fantastis!"

Kucing liar: "Rasanya sangat enak. Hanya, saya agak jarang menemukan di kota saya."

Kisah Anak 6 Tahun, Memulung Demi Menghidupi Ayahnya yang Lumpuh

Satu lagi sebuah kisah yang sangat mengharukan dari Negeri Tirai Bambu, seorang anak kecil di Dajiyuan, menghidupi ayahnya yang lumpuh dengan menjadi seorang pemulung. Karena ayahnya lumpuh bertahun-tahun, anak yang baru berumur 6 tahun ini terpaksa memikul tanggung jawab rumah tangga. Selain setiap hari mencuci muka ayahnya,e Tse malah harus sekuat tenaga mendorong ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti sejenak, menoleh kendaraan yang lalu lalang, setelah aman dia baru menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama 20 menit.

Satu keluarga 3 orang menempati rumah 8 m2

Rumah Tse Tse adalah sebuah rumah dengan kamar kecil seukuran 8m2, hanya besi seng menutupi atap yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa dikatakan, sebuah TV 2panya Xiong Chun pada 5 tahun lalu tiba-tiba menderita otot menyusut, di bawah leher semua lumpuh, untuk mengobati penyakitnya dia telah menghabiskan semua tabungannya. Sekarang, keluarga yang beranggotakan 3 orang ini hanya mengandalkan ibunya yang bekerja di pabrik, dengan penghasilan kecil itulah mereka bertahan hidup.

Di sekolah Houde, anak yang seumur dengannya dengan ceria bergandeng tangan dengan orang tuanya sambil berjalan, namun Tse Tse malah harus sekuat tenaga mendorong ayahnya pulang. Ketika mau menyeberang jalan, dia akan berhenti sejenak, menoleh kendaraan yang lalu lalang, setelah aman dia baru menyeberang. Setiap ketemu tempat yang tidak rata, Tse Tse harus mengeluarkan tenaga ekstra menaikkan roda depan, menarik kursi roda itu dari belakang, wajahnya yang mungil sampai terlihat kemerahan. Dari sekolah sampai rumah jaraknya sekitar 1.500 meter, harus ditempuh selama 20 menit.

Satu keluarga 3 orang menempati rumah 8 m2

Rumah Tse Tse adalah sebuah rumah dengan kamar kecil seukuran 8m2, hanya besi seng menutupi atap yang menghalangi cahaya masuk ke kamar, di atap tergantung sebuah lampu energi kecil. Dalam rumah penuh debu, yang paling mencolok adalah penghargaan Tse Tse yang tergantung di dinding. Terhadap sekeluarga yang pendapatan bulanannya hanya sekitar 1.000 RMB (Rp. 1,5 juta) bisa dikatakan, sebuah TV 21″ sudah merupakan barang mewah.


Sebuah ranjang atas dan bawah sudah memenuhi seluruh kamar, di atasnya penuh dengan barang pecah belah, hanya tersisa sedikit ruang kecil. Xiong Chun berkata, itu adalah ranjang Tse Tse. Sebuah meja lipat tergantung di dinding, itu adalah meja belajar Tse Tse, juga adalah meja makan keluarga.

Di samping pintu yang luasnya tidak sampai 1 m2, ada "dapur" yang dibuatnya sendiri, di samping kompor masih tersisa sebatang kubis. "Makanan dan minyak di rumah semua diberikan oleh teman mamanya, satu hari tiga kali makan, Cuma makan malam yang agak lumayan, di rumah jarang makan daging, namun setiap minggu mereka akan mengeluarkan sedikit biaya untuk mengubah kehidupan anaknya, namun setiap kali makan, Tse Tse akan membiarkan saya makan dulu, baru dia makan." Kata Xiong Chun.

Setiap hari memijat papanya 3 kali

Mama Tse Tse bekerja di pabrik, setiap siang hari dia akan menyisakan sedikit waktu pulang ke rumah menanak nasi untuk suaminya, setelah menyuapi dia segera balik ke pabrik bekerja, tanggung jawab merawat suaminya semua di bebankan ke pundak Tse Tse.

Xiong Chun memberitahu wartawan, setiap pagi jam 6.30 begitu jam alarm berbunyi, Tse Tse akan bangun, cuci muka dan sikat gigi, dia juga membantu papanya mencuci muka, selesai itu dia akan memijat tangan dan kaki papanya, kira-kira 10 menit. Pulang sekolah sore, dia akan memijat papanya lagi, malam setelah memandikan papanya, dia akan memijat papanya lagi, baru tidur.

"Agar bisa lebih banyak membantu mamanya, Tse Tse kadang-kadang ikut mamanya memungut barang bekas untuk menambah penghasilan keluarga. "Xiong Chun sangat sayang anaknya. Tetangga di sekeliling sangat terharu dan mengatakan: "Tse Tse sangat mengerti. Kita semua merasa bangga ada anak seperti ini."
Boneka 5 Yuan yang paling disukainya

Mama membawa dia memungut botol air bekas untuk menambah penghasilan. Suatu ketika, Tse Tse memungut satu mainan mobil plastik bekas di tempat sampah, dia bagaikan mendapat barang pusaka, setiap hari akan main sebentar dengan mobil plastiknya itu. Yang Xianfui berkata, kemarin mama dan anak pergi memungut besi bekas, bisa dijual 20 Yuan.


Tse Tse punya satu boneka kecil yang lucu, itu yang paling disayanginya. Malam hari juga mengendongnya tidur. "Dia melihat boneka itu di toko, beberapa kali dia memintanya, 5 Yuan, saya tidak tega terus, akhirnya saya nekat membelikannya," Kata Xiong Chun.

Begitu Tidak Boleh Sekolah, Langsung Menangis

Untuk mengirit biaya listrik,setiap hari begitu pulang sekolah Tse Tse akan memindahkan "Meja kecilnya" keluar, mengejar siang hari menyelesaikan PR-nya. "Uang sekolahnya setahun sekitar 3.000 sampai 4.000, kami tidak sanggup. Karena tidak ada uang, tahun ini saya juga melepaskan berobat lagi," kata Xiong Chun. Beberapa waktu yang lalu, dia berbicara dengan istrinya agar Tse Tse berhenti sekolah saja, Tse Tse begitu tahu langsung menangis.

Inilah Kenza Drider, Wanita Bercadar yang Calonkan Diri jadi Presiden Prancis


Poster Kenza Drider untuk pemilihan presiden Prancis siap untuk dipasang beberapa bulan sebelum kampanye resmi dimulai. Ia adalah wanita bercadar, kandidat calon presiden yang berdiri tegak untuk membebaskan larangan memakai cadar di Prancis.

Drider menyatakan pencalonannya Kamis, di hari yang sama dengan pernyataan dari pengadilan Prancis yang memberikan denda kepada dua perempuan yang menolak untuk melepas cadar mereka. Ia, beserta dua wanita lainnya, merupakan salah satu kelompok wanita yang menentang larangan mengenakan cadar di Prancis sejak April dan menyusul pergerakan di negara Eropa lainnya.

Mereka bertekad membuktikan bahwa larangan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia. Mereka menganggap bahwa menyembunyikan wajah adalah diperbolehkan, tidak dilarang. "Ketika seorang wanita ingin mempertahankan kebebasan, dia harus berani," kata Drider kepada The Associated Press (AP) dalam sebuah wawancara.



Drider menyatakan pencalonannya Kamis di Meaux, timur kota Paris kota yang dikelola oleh anggota parlemen konservatif dan sekutu Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, Jean-Francois Cope, yang memperjuangkan larangan tersebut. "Saya memiliki ambisi hari ini untuk melayani semua perempuan yang menjadi obyek diskriminasi sosial, ekonomi atau politik," katanya.

"Sangat penting bahwa kita menunjukkan bahwa kita di sini-warga Prancis dapat membawa solusi untuk warga Perancis," katanya.

Dia dan dua wanita lainnya memakai cadar ditangkap di Meaux - ketika mencoba untuk memberikan kue ulang tahun. Mereka mendapat denda di pengadilan pada hari Kamis masing masing 120 euro dan 90 euro. Mereka ingin mengadukan masalah ini kepada Pengadilan HAM Eropa.


"Kita tidak bisa menerima bahwa perempuan akan dihukum karena mereka secara terbuka mempraktikkan keyakinan agama mereka. Kami menuntut penerapan hak di Eropa," kata Hind Ahmas, salah satu wanita yang dihukum denda. Presiden Nicolas Sarkozy sangat tidak setuju, dan mengatakan akan memenjarakan perempuan yang berjilbab.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa kebanyakan orang Prancis mendukung larangan berjilbab ini. Hal ini diperkirakan akan mempengaruhi jumlah pemakai jilbab di Prancis. Sedikitnya, 2000 wanita menggunakan jilbab sebelum ada larangan ini.



Anger: Muslim women in full burka demonstrate against the new law outside the French Embassy in London


Mengharukan, Siswa SD Ini Bersekolah Sambil Mengasuh Adiknya

Foto ini menyentuh banyak orang. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun menggendong adik bayinya yang tengah tertidur.Jika adegan itu terjadi di rumah, maka orang bakal berpikiran bocah itu sedang menjaga adik yang disayanginya. Namun foto itu diambil di sebuah sekolah dasar di China.

Menurut fotografernya, Lu Qixing, orangtua kakak beradik itu bekerja di luar kota, sementara kakek dan nenek mereka bekerja sebagai buruh pabrik. Jadi, bocah itu tidak punya pilihan lain kecuali membawa adiknya ketika bersekolah.

Dalam foto, bocah perempuan bernama Long Zhanghuan itu harus menggendong sang adik karena bayi berumur dua tahun itu mengantuk. Menurut Lu, kepala bayi itu lebih besar dari ukuran normal akibat kurang gizi.

Foto itu langsung menarik perhatian begitu Lu mengunggahnya ke dunia maya. Banyak orang menyebarkannya ke berbagai media sosial.

Banyak yang mengaku trenyuh melihat adegan itu. Bahkan ada juga yang mencari jalan agar bisa memberi bantuan finansial.

Menurut guru sekolah itu, bocah tersebut duduk di kelas II dan banyak siswa yang seperti dia di Jiangshang, sebuah kota kecil yang sebagian besar warganya adalah suku minoritas Miao.

Long mengaku mengajak adiknya ke sekolah dua atau tiga kali seminggu.

Namun berita terakhir dari media-media lokal menyebutkan, pada 31 Oktober lalu, Long pindah ke sekolah yang jaraknya lebih jauh sehingga dia tidak bisa membawa adiknya itu.

Diperlukan waktu 40 menit untuk sampai ke sekolah barunya. Jalan yang dilewatinya pun terlalu sulit untuk bocah berumur dua tahun. Jadi, kakek mereka, yang sakit-sakitan, mengasuhnya di rumah.

Dalam beberapa tahun terakhir, berita tentang anak-anak yang "telantar" karena orangtua mereka terlalu sibuk bekerja menjadi sorotan media China.

Padahal dalam kondisi seperti itu, keamanan anak-anak itu tidak terjaga. Mereka terancam berbagai aksi kejahatan seperti penyiksaan, dan bagi anak perempuan, adalah kekerasan seksual.

Inilah Wisky ini Halal, yang Dipasarkan Mulai 1 Desember

Sebuah perusahaan asal Florida, Scotlandia Spirits Ltd, membuat sebuah terobosan baru dalam dunia kuliner dengan menciptakan minuman wiski 'bebas alkohol'. Minuman ini diberi merek ArKay.

Perusahaan mengklaim minuman ini dapat diminum orang yang tak minum minuman keras dengan alasan agama, kesehatan, atau mereka yang khawatir akan mabuk bila minum saat mengemudi.


Bila wiski dibuat dari campuran air dan barley yang difermentasi, ArKay terbuat dari air dan campuran berbagai bahan kimia pembentuk aroma dan pewarna yang membuatnya sangat mirip dengan wiski tradisional.

Produsennya mengungkap, ArKay telah memperoleh sertifikat halal dan direncanakan akan dipasarkan di seluruh dunia, termasuk negara-negara Islam di Timur Tengah. Minuman ini mulai dipasarkan 1 Desember mendatang dengan harga £10 setara Rp144ribu untuk kemasan botol, dan £4 atau Rp 57ribu untuk kemasan kaleng.


Seorang juru bicara ArKay mengatakan, "Minuman rasa wiski tanpa kandungan alkohol membuatnya sempurna baik di siang maupun malam hari," katanya dikutip dari Daily Mail.


Dia menambahkan, "ArKay memiliki nol persen alkohol dan dirancang bagi individu dengan kondisi medis atau keyakinan agama yang melarang konsumsi minuman beralkohol," ujarnya. Dengan rasa serupa dengan wiski beralkohol, ArKay disebut cocok diminum langsung atau dicampur dengan minuman favorit lainnya.


Namun, juru bicara Asosiasi Wiski mengungkap, tak mungkin membuat wiski yang bebas alkohol. Asosiasi menuding perusahaan ini hanya mengeksplotasi wiski sebagai media pemasaran.


Wiski berasal dari fermentasi air dan barley --tumbuh di daerah beriklim dingin yang umumnya terjadi di perbatasan dunia bagian selatan. Rasa unik wiski dihasilkan dari cara dikeringkan, saat fermentasi, maupun saat penyimpanan, seperti tong kayu ek selama bertahun-tahun.

(Video) Tupai Taklukkan Ular Gegerkan YouTube

 
Biasanya tupai itu takut sama ular,tetapi tupai ini sama sekali tidak takut  tetapi tupai ini malah melawan ular. Penasaran gimana videonya, cekidot:

Saat Kekeringan Melanda China !!! extreme euyyy....